Weekend

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

KAPAL itu menghentikan mesinnya di Plymouth Sound, terlepas pantai barat daya Inggris. Ada sedikit riak tirta terkena goyangannya. Tak periode kemudian, Mayflower 400, begitu nama kapal itu, menimbulkan sendiri hidrofon yang dirancang untuk mendengarkan suara ikan paus.

Kapal cerdas prima di dunia itu diluncurkan, Jumat (30/4).   Mempunyai tinggi 50 kaki (15 meter) dan bobot sembilan ton, kapal tersebut dapat berlayar secara otonom pedengan tanpa pengemudi. Mayflower 400 kini sedang mempersiapkan pelayaran transatlantic pertamanya.

Dalam perjalanannya, kapal yang dilapisi panel surya itu akan mengkaji polusi laut dan mengkaji plastik di dalam tirta, serta melacak mamalia cairan.

Brett Phaneuf, salah satu pendiri organisasi amal ProMare dan otak di balik proyek Mayflower, mengatakan, segara memberikan pegaruh paling kuat pada iklim global.

Rosie Lickorish, seorang spesialis di teknologi yang muncul dalam IBM, satu diantara mitra pada proyek tersebut, mengatakan pesawat tak berawak ini bisa memberikan keuntungan dalam penelitian laut dan perubahan iklim.

“Memiliki kapal tanpa karakter di dalamnya memungkinkan para-para ilmuwan untuk memperluas wilayah yang dapat mereka amati, ” katanya kepada AFP.

Berbagai penyedia teknologi serta layanan telah berkontribusi di dalam proyek tersebut. Proyrk itu juga melibatkan ratusan pribadi dari berbagai negara tercatat India, Swiss, dan Amerika Serikat.

“Proyek ini diperkirakan menelan biaya 10 kali lipat dari sekitar US$1 juta yang diinvestasikan oleh ProMare tanpa dukungan umum global, ” papar Phaneuf.

Kapten pintar  

Proyek nirlaba itu akan menawarkan data dengan dikumpulkan selama penelitian dengan gratis. Kapal otonom tersebut dijadwalkan berangkat pada 15 Mei jika cuaca membantu dan izin diberikan oleh otoritas Inggris.

Nama Mayflower diambil dari kapal antik yang digunakan para petualang Inggris sewaktu mencari kehidupan baru di Benua Amerika pada 1620. “Tidak mau ada yang bosan ataupun capek atau sakit di kapal yang satu tersebut. Jadi bisa memakan periode berapa pun asalkan itu yang terlibat proyek itu suka melakukan penelitian, ” ujar Phaneuf berseloroh, dalam pelabuhan Inggris.

Tiga teknisi komputer yang memeriksa peralatan dari jarak jauh, terlihat duduk di sampingnya. Meirwen Jenking-Rees, seorang mahasiswa metode berusia 21 tahun, mengamati mesin kapal sebelum diuji coba di laut.

Pembuatan kapal yang diopersasikan secara otomatis ini dilengkapi gaya surya. Adapun proses pembuatannya   membutuhkan waktu kepala tahun. Kapal ini dilengkapi “kapten pintar”,   berupa kecerdasan buatan yang dibenamkan di ruang kemudi. Prosesnya membutuhkan waktu lebih periode karena komputer harus menyimak cara mengidentifikasi hambatan bahari dengan menganalisis ribuan memotret.

Seperti halnya mobil berakal,   Mayflower 400 pula harus diajari cara menghindari tabrakan di laut, pula mengatasi cuaca. Pakar robot dan insinyur perangkat peroi Ollie Thompson mengatakan secara menjalankan “sejumlah skenario”, pesawat dapat mempelajari bagaimana tindakan yang baik atau biar buruk, serta aman maupun tidak. “Jadi kalau melayani kesalahan, kapal ini mampu mengoreksi dirinya sendiri, awut-awutan belajar sendiri, ” imbuhnya.

Kapal otomatis ini memakai “mata” dan “telinga”  pelik yang terdiri dari enam kamera dan radar.

Tetapi, karena kurangnya peraturan sekitar pelayaran tak berawak, Mayflower 400 belum diuji di laut yang ganas atau badai, situasi yang digambarkan Jenking-Rees sebagai skenario kasus terburuk.

Namun, dalam simulasi, pesawat robotik itu telah menghadapi gelombang setinggi 50 meter. Lickorish menjelaskan kalau kecerdasan buatan kapal bakal sangat penting dalam melaksanakan eksperimen ilmiah.

“Ia dilatih dengan ratusan jam data audio untuk mendeteksi keberadaan mamalia laut, mengenali mamalia laut, dan benar-benar meluluskan tahu kami sesuatu mengenai distribusi populasi di segara terbuka”. (AFP/M-4)