Tersedia Anies dan Megawati di Soal Ujian, Ombudsman: Evaluasi Disdik

Tersedia Anies dan Megawati di Soal Ujian, Ombudsman: Evaluasi Disdik

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

OMBUDSMAN RI menilai perlu ada pemanggilan sekaligus evaluasi terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta. Ini menyusul beredarnya soal ujian akhir semester yang menggunakan nama Anies Baswedan dan Megawati Soekarnoputri.

Penelitian bisa dilakukan DPRD DKI selaku mitra kerja di pemerintahan. DPRD DKI menilai ada kesengajaan dengan berbau unsur politik.

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Tegu P Nugroho berpendapat sebelum soal ujian beredar di publik, seharusnya ada tim pemeriksa substansi dari Disdik DKI. Tim pemeriksa substansi bertugas mengecek soal agar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Baca juga:   Buntut Soal Gunakan Nama Anies dan Mega, DPRD Panggil Disdik DKI

“Iya seharusnya ada tim pemeriksa substansi di Disdik. Agar soal yang dianggap tidak relevan bisa diantisipasi. Di situ peran pengawas substansi perkara, ” jelas Teguh saat dihubungi, Senin (14/12).

Pihaknya menilai harus ada evaluasi terhadap Disdik DKI. Jadi, polemik ini tidak terulang di masa mendatang. Selain itu, Disdik DKI juga diminta untuk mengabulkan pemeriksaan terhadap tim pembuat soal.

Di hal ini, untuk mengetahui motivasi di balik pembuatan soal tersebut. Teguh juga berpendapat DPRD DKI bisa melakukan pemeriksaan pembanding terhadap peristiwa ini.

Baca juga:   Ini Kronologi Bentrok Petugas vs FPI versi Rekonstruksi Polri

“Apakah motivasi si pembuat soal benar politis dan menunjukkan keberpihaknnya sebagai ASN. Atau, memang murni kelalaian akibat tidak kompeten dalam mengatur soal sesuai SOP, ” pungkasnya.

Semasa dugaan tersebut terbukti, perlu tersedia mekanisme sanksi yang diberikan. “Jika dugaan kesengajaan terbukti, tentu mampu diberikan sanksi kepada yang bersangkutan, ” imbuh Teguh.

Sebelumnya, Sekretaris Bayaran E DPRD DKI Jhony Simanjuntak berencana memanggil Disdik DKI di dalam Selasa (15/12) besok. Dia pula menyoroti penyebutan nama Anies dan Megawati, yang diindikasikan sebuah kesengajaan. (OL-11)