PUPR Dorong Kemajuan UMKM untuk Manfaatkan Teknologi

PUPR Dorong Kemajuan UMKM untuk Manfaatkan Teknologi

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendukung Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) atau keluaran rakyat lewat inovasi dan teknologi. Hal tersebut diperlukan dalam pembangunan infrastruktur untuk efisiensi kerja.

“Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, serta ramah lingkungan juga didorong berperan menciptakan nilai tambah dan pendirian berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur sanggup dirasakan generasi mendatang, ” kata pendahuluan Basuki dalam keterangan resminya, Sabtu (3/10).

Pihaknya mendapat tambahan anggaran buat mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional sejumlah Rp1, 36 triliun, salah satunya digunakan untuk membeli produk UMKM sebesar Rp362, 47 miliar.

Basuki membaca pembelian produk rakyat tersebut berupa material yang digunakan untuk buatan inovasi PUPR seperti material Tambalan Cepat Mantap (TCM) Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) sebanyak 100. 000 ton senilai Rp200 miliar.

CPHMA atau campuran beraspal radang Asbuton dihampar dingin, ujar Basuki, merupakan hasil inovasi Pusat Pengkajian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, Kementerian PUPR berupa campuran beraspal yang mengandung Asbuten dan sasaran tambahan lain (polimer) jika diperlukan dan dikemas secara pabrikasi.

“Penggunaan teknologi Tambalan Cepat Mantap sangat barangkali, setelah kemasan dibuka bisa langsung dihampar dan dipadatkan dengan tanggungan lalu lintas atau pemadat kecil (hand stamper). Waktu perbaikan ulama hanya memakan waktu kurang bertambah satu jam, ” jelas Gajah PUPR.

Baca juga:   PUPR Minta Pengembang Perumahan Perhatikan Hajat Disabilitas

Selain itu, PUPR selalu menggunakan teknologi dalam meningkatan konektivitas juga dilakukan dengan pembelian kendaraan Light Weight Deflectometer (LWD) sebesar 33 unit senilai Rp5 miliar. LWD merupakan alat untuk menilai dan mengumpulkan data kekuatan wujud tanah dasar/granular secara semi-otomatis serta portable sehingga mudah dibawa ke lokasi proyek yang masih pelik diakses.

Di bidang permukiman, Kementerian PUPR melakukan pembelian bahan modular untuk teknologi Rumah Instan Sederhana Segar (Risha) sebanyak 4. 700 unit senilai Rp125, 04 miliar. Risha merupakan teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan masa cepat dengan menggunakan bahan semen bertulang pada staruktur utamanya.

“Inovasi itu didasari oleh kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau dan tetap mempertahankan kualitas bangunan, ” tutur Basuki.

Penggunaan konstruksi Risha berupa panel-panel modular memiliki nilai manfaat yang besar di daerah industri komponen bahan bangunan, terutama bagi UMKM dan membuka lapangan pekerjaan baru. Bangunan Risha sering digunakan di lokasi-lokasi terdampak kesedihan, seperti di Provinsi Sulawesi Sedang dan Nusa Tenggara Barat. (OL-5)