Menggampar Bola

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

MENTAL menjadi pokok Bagus Kahfi berkarier dalam luar negeri. Merantau semenjak usia sembilan tahun, berpindah-pindah akademi, hingga akhirnya datang di FC Utrecht.  

Bagus menjadi pesepakbola kedua Indonesia (bukan naturalisasi ataupun berdarah campuran) yang berkarier di Belanda setelah Bambang Pamungkas. Bedanya, Bambang cuma bermain untuk klub amatir EHC Norad yang bergerak di Hoofdklasse, 2000. Tatkala Bagus digaet klub Eredivisie, kasta tertinggi sepakbola Belanda, Utrecht yang untuk sementara menempatkannya di tim U-18.

Berkiprah di Belanda bukan berarti kariernya mulus sejak awal. Postur tubuhnya tak ideal dan sempat dibekap cedera parah, pemain yang sudah berposisi sebagai striker itu tak patah semangat untuk menapaki karier dengan lebih tinggi.  

“Bagi saya ini belum apa-apa, ini yang saya impikan dari kecil. Sudah terlanjur kejebur, gak mau tanggung-tanggung. Sekalian aja bisa bermain di luar negeri. Aku tidak akan berhenti sampai di sini saja, ” kata Bagus dalam program Ngopi (Ngobrol Pintar) bersama Bagus Kahfi yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda, Minggu (25/4).  

Pengalaman merantau ke berbagai tempat itu menempa mental Bagus untuk melacak karier sepakbola jauh mengalpakan kampung halaman. Hal tersebut menjadi kunci pemain yang bermimpi bermain di Manchester United tersebut.  

“Mental berpengaruh banget untuk sepakbola. Kalau skil bagus akan tetapi mental kurang, percuma. Banyak pemain Indonesia bisa berlaku di luar negeri, tetapi balik lagi ke moral, ” jelasnya.  

Pada usia 13 tahun, Cakap bersama saudara kandungnya Bagas Kaffa pergi ke luar negeri untuk pertama kali mengikuti seleksi.  

“Ada teman saya memberi informasi tentang Frenz United jadi saya mencoba itu. Tersebut adalah pertama kali saya ke luar negeri, ke Malaysia bersama Bagas pada usia 13 tahun, ” ujarnya.

Baca juga:   Mengenal Tipuan Sepak Bola Olahraga Terpopuler di Dunia

Usai melanglangbuana ke berbagai SSB serta akademi sepakbola, pada 2017, Bagus memperoleh kesempatan meresap ke skuad timnas Indonesia U-16 yang ditangani Fakhri Husaini. Tim yang cukup dibentuk guna menghadapi Kejuaraan AFF.  

Sayangnya, Nusantara U-16 tak mampu kata banyak setelah terhenti pada fase grup. Meski demikian, Bagus menyita perhatian secara permainan apiknya.  

Di Sidoarjo, pada 2018, Cantik ambil bagian mengantarkan Indonesia merebut gelar pertama dalam ajang Kejuaraan AFF U-16. Di ajang itu, Cakap membuktikan kualitas sebagai pilihan utama lini depan tim. Pesepakbola yang menggunakan bagian punggung 20 itu menuntaskan turnamen dengan titel pemain tersubur, yaitu sebanyak 13 gol.  

Hingga akhirnya, Mantan pemain Chelsea Dennis Wise yang menjadi guru di Progra Garuda Select yang diikuti Bagus melirik bakat pemain asal Magelang itu. Bagus yang dianggap mampu didorong tampil ke level yang lebih agung, salah satunya bergabung dengan klub sepak bola pada Eropa, FC Utrecht.

Berkarier di Belanda, Bagus memeriksa beraraptasi dengan kondisi iklim, makanan. Baginya tidak ada yang sulit. Dia serupa tidak terpengaruh dengan potongan tubuh pemain lainnya dengan jauh lebih tinggi.

“Sekarang yang saya rasakan mental, saat di Inggris, melayani tinggi, kita harus percaya diri. Di Belanda pula. Sama-sama manusia, punya besar tangan dan dua tangan. Kita kecil enggak masalah, ” tegas Bagus.  

Kepada PSSI sebagai pati sepakbola Indonesia, Bagus berpetaruh agar fasilitas penunjang kudu lebih diperhatikan untuk pemain-pemain Indonesia.  

“Kita kemaluan fasilitas, kalau fasilitas tersedia semua bisa gampang. Beda jauh fasilitas di sini dengan di Indonesia, ” ujarnya. (OL-7)