Mengaduk-aduk Kantor Kemensos, KPK Sita Dokumen

Mengaduk-aduk Kantor Kemensos, KPK Sita Dokumen

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

KOMISI Pemberantasan Manipulasi (KPK) menggeledah tiga tempat buat mengumpulkan bukti kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) covid-19 dengan menjerat Menteri Sosial Juliari Batubara. Salah satu lokasi yang digeledah yakni kantor Juliari di Departemen Sosial. Penyidik KPK mengamankan sebesar dokumen terkait kasus tersebut.

“Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan dan diamankan dokumen-dokumen yang terkait dengan perkara itu, ” kata Pelaksana Tugas Tukang Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (8/12)

Penggeledahan dilakukan sejak Senin (7/12) hingga Selasa (8/12) dini keadaan. Selain di kantor Kemensos, penyidik juga menggeledah rumah tersangka Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. KPK juga mengangkut dokumen-dokumen terkait pengadaan dan penyaluran bansos covid-19.

“Dokumen-dokumen tersebut akan dianalisis untuk kemudian dilakukan penyitaan. Kemudian akan dikonfirmasi kepada saksi-saksi yang akan dipanggil dan diperiksa tim penyidik, ” imbuh Ali Fikri.

Mensos Juliari ditetapkan tersangka kasus korupsi pengadaan bansos covid-19 untuk Jabodetabek pada 2020. Empat tersangka lain yakni besar pejabat pembuat komitmen Kemensos yakni Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso serta dari pihak preman rekanan pengadaan bansos Ardian IM dan Harry Sidabuke.

Baca serupa:   OTT di Kemensos Paksa Transparansi Pengadaan Bansos

Juliari diduga menerima Rp17 miliar dari dua tahap pengadaan bansos Jabodetabek itu. KPK menduga Juliari mengutip Rp10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp300 ribu. Duit Rp8, 2 miliar diduga diterima terpaut penyaluran bansos periode pertama serta Rp8, 8 miliar pada penyaluran tahap dua.

Dari tangkap tangan, KPK menyita barang bukti uang sekitar Rp14, 5 miliar. Penyidik serupa menyita tiga mobil yang diduga dibeli dari hasil pungutan simpanan bansos saat operasi tangkap tangan.

Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 tulisan a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UNDANG-UNDANG Tipikor juncto Pasal 55 bagian (1) ke-1 KUHP. Matheus & Adi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Adapun Ardian dan Harry, disangkakan menyalahi Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Bab 13 UU Tipikor. (OL-5)