Kepala Ajak Masyarakat Jadikan HKSN Momentum Lawan Covid-19

Kepala Ajak Masyarakat Jadikan HKSN Momentum Lawan Covid-19

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Pemimpin RI Joko Widodo mengajak semua elemen masyarakat, agar menjadikan Keadaan Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2020 ini, sebagai momentum untuk bersama-sama, bergotong royong melawan Pandemi Covid-19. Presiden yakin, bila klub perduli, berbagi, dan mengembangkan nilai-nilai kesetiakawanan sosial maka dampak pandemi bisa diredam.

“Saya yakin bila hal ini mampu dilakukan secara bersama-sama dan menjelma budaya, saya yakin segala tantangan bisa diatasi, tidak hanya pandemi Covid-19, namun juga tantangan bangsa yang lain, ” kata Kepala Negara dalam sambutan tertulis yang dibacakan Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendy pada puncak rujukan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2020 di Kota Manado, Sabtu (19/12).

Kepala Negara mengatakan, penanganan dampak pandemi Covid-19 bukan hanya tanggung tanggungan pemerintah, namun juga tanggung jawab semua elemen masyarakat

“Maka melalui peringatan HKSN tahun 2020 ini marilah kita berlomba-lomba berkontribusi kepada bangsa dan negara, jadi bangsa Indonesia segera dapat menyalahi dampak akibat pandemi, ” sirih Presiden.

Presiden menganjurkan semua pihak untuk menjadi perwira kemanusiaan. Caranya bermacam-macam yang mampu dimulai dari diri sendiri, tanggungan, lingkungan sekitar, serta bangsa & negara. Presiden mengingatkan, tahun aliran selain menangani dampak pandemi, tantangan lain adalah bagaimana menemukan obat atau penangkal sehingga dampak Covid19 segera bisa diatasi.

Oleh karena itu, selain bergerak keras dan memperkuat kerja sama, Presiden juga mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, agar pandemi segera berlalu. Dalam lain pihak, Presiden meminta umum juga untuk bijak dengan tidak menyebarkan berita hoaks yang berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa.

Tak lupa Presiden berpesan biar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan prinsip 3M. Yakni mengindahkan masker, mencuci tangan, dan melestarikan jarak. Presiden mengucapkan apresiasi & penghargaan kepada tenaga kesehatan, relawan, dan semua pihak yang berkecukupan di garda terdepan dalam pengerjaan dampak Covid-19.

Puncak peringatan HKSN Tahun 2020 dihadiri oleh Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendy, Gubernur Sulawesi Memajukan Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Uzur Belitung Abdul Fatah, jajaran penguasa Eselon 1 dan 2 Kemensos, dan Forkompinda Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado.

Dalam kesempatan ini, secara simbolik diserahkan bantuan dari Kementerian Sosial kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara senilai Rp6, 030 miliar. Kemudian juga penyerahan Pataka KSN dibanding Gubernur Sulawesi Utara pada Menteri Sosial, dan dari Menteri Sosial kepada Gubernur Bangka Belitung jadi Tuan Rumah HKSN 2021.

Ditampilkan pula dalam rancangan puncak kesenian daerah yang telah direkam terlebih dahulu. Sebelum ujung acara, berbagai kegiatan sudah dilakukan di antara berupa Webinar dengan menampilkan Mensos Ad Interim Muhadjir Effendy sebagai pembicara kunci.

Kemudian juga kegiatan Kamar Bakti Kesetiakawanan Sosial yang berisi penyaluran berbagai bantuan kepada kelompok di sejumlah daerah di Daerah Sulawesi Utara. Bantuan berupa sembako, Rehab Rumah Tidak Layak Huni, Bantuan Permodalan KUBE, Penyaluran media bantu disabilitas, Paket Perlengkapan Sekolah, Peralatan Ibadah, Operasi Katarak, Khitanan massal dan Alat Perlindungan Diri melawan Covid seperti Masker, Hand Sanitizer, Face Shield, dan asing sebagainya.

Pelaksanaan puncak peringatan HKSN dilaksanakan di seluruh Indonesia, dengan format seremonial terpatok di Gedung Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara.

Pengikut Upacara Offline ini hanya sebesar 85 orang dengan menggunakan aturan kesehatan dan peserta lain akan mengikuti acara puncak melalui Zoom Meeting dan Youtube Streaming secara target peserta hingga 100. 000 orang terdiri dari Staf Kementerian dan Lembaga, Staf Dinas Baik baik provinsi dan kabupaten, pilar sosial, yayasan lembaga sosial, organisasi sosial, mitra CSR, aktivis & tokoh masyarakat serta masyarakat ijmal. (RO/OL-10)