Humaniora

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

PENGETATAN persyaratan perjalanan pada negeri sebelum dan setelah masa larangan mudik harus dimaknai sebagai upaya pencegahan yang terukur agar pamflet covid-19 di Tanah Cairan bisa terkendali.

“Kita harus memahami upaya pengetatan persyaratan tersebut sebagai bagian sejak pengendalian covid-19 di masa terjadi potensi pergerakan umum dari satu daerah ke daerah lain, ” kata pendahuluan Wakil Ketua MPR Tetap Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/4). Satuan Suruhan Penanganan Covid-19 menerbitkan adendum Surat Edaran No. 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Keadaan Raya Idul Fitri Tarikh 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Semasa Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Dalam adendum tulisan tersebut, Satgas Covid-19 mencanangkan pengetatan persyaratan perjalanan pada H-14 hingga H+7 larangan mudik yang telah ditetapkan antara 6-17 Mei 2021, sehingga pengetatan perjalanan aci mulai 22 April mematok 24 Mei 2021. Taat Lestari, untuk mengefektifkan pemberlakuan kebijakan tersebut pemerintah harus segera melakukan sosialisasi yang masif mengingat kebijakan tersebut diterbitkan di saat sebagian masyarakat melakukan mudik lebih awal.

Setiap perubahan kebijaksanaan, menurut Rerie, sapaan erat Lestari, harus segera disampaikan kepada masyarakat sehingga asosiasi tidak mendapatkan informasi yang sesat. Di sisi lain, ujar Rerie, para pemangku kepentingan di daerah kudu segera merespons kebijakan yang diterbitkan Satgas Covid-19 dalam tingkat pusat.

Pertambahan jumlah positif covid-19, ujar bagian Majelis Tinggi Partai NasDem, memang menunjukkan tanda-tanda menyusut dalam beberapa pekan terakhir. Namun, positivity rate nasional per 19 April 2021 masih tercatat 11, 4%. Itu berarti, jelasnya, bersandarkan standar WHO, sebaran covid-19 masih jauh dari terarah.

Berdasarkan kondisi tersebut, nyata Rerie, langkah pengetatan dengan diumumkan Satgas Covid-19 itu cukup beralasan. “Kita tidak boleh lengah dan membelakangi protokol kesehatan, apalagi berkerumun, ” tegasnya. Disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan, ujar Rerie, harus menjadi norma mutakhir dalam keseharian masyarakat. (RO/OL-14)