Ekonomi

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

DALAMrangka memperkuat perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) langsung berupaya meningkatkan neraca perdagangan. Berbagai kebijakan dan rencana diluncurkan, salah satu prioriotasnya adalah peningkatan volume ekspor.  

Melihat potensi usaha tanaman hias yang benar besar, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menginstruksikan kepada Dirjen Hortikultura buat mengawal peningkatan ekspor barang florikultura.

Mentan SYL meyakini, komoditas hortikultura yang mulia ini mempunyai nilai ekonomi tinggi dan memiliki prospek yang sangat cerah sebagai komoditas unggulan ekspor maupun untuk pemasaran dalam kampung.  

“Iya betul Akang, kami diperintahkan untuk mempercepat ekspor tanaman hias ini, sebab nilai jualnya sangat tinggi, apalagi diluar kampung, tanaman hias kita sudah dikenal sebagai tanaman yang unik dan menarik. Ekspor bunga kita itu telah tembus ke negara-negara Asia, Amerika, Eropa, bahkan datang ke Afrika, ” sah Prihasto Setyanto, Dirjen Hortikultura, Kementan.  

Doktor Menimba Tanah jebolan Universitas Putra Malaysia itu juga melahirkan bahwa dalam rangka pengembangan volume ekspor tanaman memper, Kementan akan terus membakar pengembangan budidaya melalui ideal kemitraan, penguatan kelembagaan petani, perluasan petani binaan, & memacu petani milenial sebagai pelaku ekspor.  

“Kita betul-betul mengharapkan hadirnya petani-petani milenial sebagai pemain sari di pasar Internasional, karena mekanisme ekspor saat ini semuanya sudah serba digital, apa-apa itu online , kita dipaksa untuk belanja di online shop, jual beli di marketplace , dan itu sudah lintas negara, ” jelasnya.

“Contohnya banyak anak muda yang saat ini begitu gampang beli barang dari negeri luar menggunakan www.alibaba.com dll, karena harganya lebih murah, begitupun orang-orang di sungguh negeri yang membeli barang-barang dari Indonesia karena alasan tertentu. Jadi siapapun yang menolak pasar online maka akan ditinggalkan oleh masa, ” tegas Prihasto.

Ditemui di kebun pengembangbiakannya, eksportir bunga daun usia 25 tahun, Ramdan, menyambut antusias program dan kebijakan Kementan yang memberikan perhatian pada petani dan pelaku usaha tanaman hias.

Petani bunga lulusan SMK Penerbangan tersebut juga bercerita banyak, melanggar mekanisme administrasi yang diterapkan Kementan sangat mudah.  

“Saya banggalah dengan Kementan, ngurus perizinan itu barangkali, yang penting persyaratannya seluruh lengkap yah. Apalagi saat ada virus korona ini, kan semuanya sudah online, jadi saya tidak perlu bolak-balik ke Jakarta. Lulus di kantor saja semua bisa beres, yah memutar ada kendala itu jika sistemnya error, tapi tersebut bukan masalah. Pihak Kementan pasti akan memberitahu perkembangannya, ” kata Ramdan.

Ramdan bercerita lebih rinci terkait usahanya yang digagas berhubungan teman mengajinya itu semenjak lulus dari SMK Penerbangan di Bandung. Founder CV. Renata Nursery itu mengungkapkan kegigihannya melakukan penjualan mematok ke luar negeri.

Tempat juga tak menampik bila pernah mengalami kerugian namun hal itu bukanlah perintang untuk terus maju.  

“Saya membentuk usaha ini bersama ketiga sahabat hamba yaitu Kang Samba, Ujung Ardi, dan Kang Maldini. Mulanya itu Kang Samba mengajak kita berjualan tanaman hias daun ini, waktu itu belum seramai saat ini sih, ” jelas Ramdan.

“Lalu kita coba terus, dan alhamdulilah bisa tembus ekspor. Dulu itu kita membuka ke semua negeri, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Thailand, Filipina, itu kita masih buka pas awal-awal. Kalau sekarang banyak ke Amerika, soalnya permintaanya agak tinggi, ” pungkasnya.

Total pengiriman CV. Renata Nursery ke Amerika Serikat kamar ini (April 2021) menyentuh 80 paket tanaman memper daun senilai Rp. 140   juta.

Dalam petunjuk SIP (Surat Izin Pengeluaran) Kementan, periode Januari had 17 April 2021 kongsi CV. Renata Nursery  mengagendakan ekspornya di angka 21. 230 pcs dengan harga bervariasi. Semua paket tersebut dibeli oleh toko-toko bunga di ‘Negeri Paman Sam’, dan seperti diketahui kalau sebahagian besar konsumen CV. Renata Nursery adalah pelanggan tetap.  

Ramdan serupa mengharapkan agar anak-anak muda optimis untuk bertani, sebab diluar negeri banyak sekali permintaan komoditas tanaman hias. Anak muda berbadan tegap itu juga membeberkan rahasianya mendapatkan link pasar ekspor di luar negeri.

“Teman-teman jangan pernah ragu untuk bertani, kalau sekarang belum laku, akan ada saatnya nanti dia tren sedang, nah disitu kita bisa jualnya mahal, ” sahih Ramdan.

“Untuk mendapatkan konsumen di luar negeri itu sekarang gampang, cukup teman-teman gabung di grup-grup facebook jual beli tanaman memper, nah di situ penuh banget info tuh. Biar aman saya sarankan transaksinya pakai akun Paypal, karena itu kan kayak bon bersama gitu, jadi amanlah, ” tutupnya. (RO/OL-09)