Bahan Bukti di Persembunyian Nurhadi Tetap Diselisik

Bahan Bukti di Persembunyian Nurhadi Tetap Diselisik

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa bekas Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi sebagai tersangka, Rabu (26/8). Nurhadi dicecar soal temuan barang informasi saat berstatus buron.

“Penyidik mengonfirmasi terkait barang bukti yang ditemukan pada tempat persembunyian tersangka selaku (berstatus) daftar pencarian orang (DPO) saat itu yang berada di medan Simprug, Jakarta Selatan, ” introduksi pelaksana tugas (Plt) juru cakap bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis (27/8).

Ali tidak menjelaskan barang bukti yang dimaksud. Kuat dugaan barang bukti tersebut berkaitan erat dalam kasus sangkaan suap dan gratifikasi perkara di MA pada 2012-2016.

Baca selalu: Plt Direktur KPK Jalani Sidang Kode Etik terpaut OTT UNJ

Menantu Nurhadi, Rezky Herbiono, yang juga terjerat kasus yang serupa, dikonfirmasi soal dugaan penukaran kekayaan di money changer. Keterangan mengalirnya uang ‘panas’ juga didalami penyidik.

“Penggunaan aliran uang yang diterima dibanding berbagai pihak termasuk yang diberikan tersangka HS (Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto), ” ucap Ali.

Dalam perkara ini, Nurhadi diduga menerima suap Rp33, 1 miliar dari Hiendra Soenjoto lewat Rezky Herbiyono. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT.

Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek daripada Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.

Selain itu, Nurhadi diduga mengantongi Rp12, 9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa negeri di tingkat kasasi dan PK di MA, juga untuk aplikasi perwalian. (OL-1)