ASN Sasaran Utama Internalisasi Moderasi Taat

ASN Sasaran Utama Internalisasi Moderasi Taat

Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyusun Rancangan Peraturan Menteri Agama (RPMA) dan roadmap Pengukuhan Moderasi Beragama (MB).

Kasubdit Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Adib Machrus mengusulkan untuk menjadikan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai sasaran utama. Saran ini Adib sampaikan berdasarkan pengalamannya mengabulkan proses internalisasi MB di KUA sejak 2019.

“Setiap tahun, kami tersedia piloting moderasi beragama di seratus-an KUA. Kami jadikan ASN sebagai bahan utama, ” terang Adib di keterangan resmi, Sabtu (17/10).

Baca selalu: Kota dengan Status Zona Merah Dapat Prioritas Vaksin

Menurut Adib, penguatan MB oleh pemerintah perlu berangkat dari ASN. Sebab, ASN itulah yang akan menjadi agen pengukuhan MB di masyarakat.

“Jangan sampai perlawanan terhadap program ini justru muncul dari ASN karena mereka belum memahami substansinya, ” tuturnya.

“Ini dengan kami alami di awal proses. Setelah mereka memahami konsep moderasi beragama, baru ada perubahan cara pandang dan sikap, ” lanjutnya.

Selain ASN, sasaran kedua adalah bagian pelaksana teknis. Menurut Adib, program yang sudah dia lakukan merupakan penguatan MB di KUA.

“Setahun belakang, kita adakan pelatihan tiga hari setiap angkatan. Perubahannya signifikan, ditandai dengan munculnya penerimaan dari tingkah laku sebelumnya yang cenderung menolak, ” terangnya.

“Bahkan, sekarang banyak KUA dengan menginisiasi program penguatan moderasi taat, ” lanjutnya.

Hal senada disampaikan pemerhati kerukunan, Alissa Wahid. Pengalaman mendampingi KUA, Alissa mendapati sejumlah kejadian terkait kecenderungan sikap ASN, yaitu: formalistik (fokus pada program), berseberangan dari masyarakat, dan pasif. Akibatnya, ada di antara mereka dengan kurang responsif terhadap dinamika kemasyarakatan.

Menyuarakan juga; Pemerintah Telah Salurkan BLT Rp3, 17 T ke Kampung Tanggap Covid-19

Alissa juga menggarisbawahi pentingnya kemaslahatan dijadikan sebagai tujuan dari penguatan moderasi beragama. Kata ini disepakati untuk masuk dalam rumusan definisi moderasi beragama.

Sebelumnya, Staf Terampil Menteri Agama Oman Fathurahman, mengatakan, PMA dan roadmap terkait Penguatan Moderasi Beragama ini penting buat memberikan panduan guna menjalankan Perpres Nomor 18 tahun 2020, mengenai RPJMN 2020-2024, di mana moderasi beragama menjadi bagian di dalamnya.

PMA tentang Penguatan Moderasi Beragama itu, menurut Oman, ke depannya diharapkan dapat menjadi landasan yuridis di penyusunan seluruh program Kementerian Pegangan dalam pengarusutamaan moderasi beragama. “Kita berharap dengan adanya PMA Tersebut praktik moderasi beragama pun bertambah aplikatif, “ungkap Oman.

Menag 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin menggarisbawahi bahwa Moderasi Beragama bukan liberalisasi. MB justru berorientasi pada internalisasi nilai-nilai pegangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Selain itu, MB juga mengarah pada membangun kesadaran menghargai kesepakatan agama dan tafsir ajaran petunjuk agar tidak terjebak pada karakter intoleran, ” jelasnya. (H-3)